Al Abidin dan Yayasan Muhajirin Kerja Sama Implementasi Kurikulum Cambridge

Al Abidin dan Yayasan Muhajirin Kerja Sama Implementasi Kurikulum Cambridge
Yayasan Al Abidin Surakarta dengan Yayasan Muhajirin Genuk Indah Semarang menjalin kerja sama dalam implementasi Kurikulum Cambridge sebagai bagian dari upaya bersama untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan. (Istimewa)

Timuraya.in, SOLO – Pendidikan tidak selalu tumbuh dari apa yang dilakukan sendiri. Ada kalanya, kemajuan justru lahir ketika lembaga pendidikan mau membuka diri, berbagi pengalaman, dan belajar dari satu sama lain.

Semangat itulah yang kemudian mempertemukan Yayasan Al Abidin Surakarta dengan Yayasan Muhajirin Genuk Indah Semarang. Keduanya menjalin kerja sama dalam implementasi Kurikulum Cambridge sebagai bagian dari upaya bersama untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada Selasa (25/8/2026) di Kampus II Yayasan Muhajirin, Genuk Indah, Semarang. Dari Yayasan Al Abidin Surakarta, penandatanganan dilakukan oleh Purno Budi Antoro, S.Pd.I., M.Kom., bersama perwakilan Yayasan Muhajirin Genuk Indah Semarang.

Penandatanganan MoU ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Milad ke-38 Yayasan Muhajirin Genuk Indah, yang diawali dengan jalan sehat dan dilanjutkan dengan prosesi penandatanganan kerja sama.

Melalui kerja sama ini, Yayasan Muhajirin Genuk Indah akan mulai mengimplementasikan Kurikulum Cambridge pada Tahun Pelajaran 2026/2027. Dalam prosesnya, Yayasan Al Abidin Surakarta akan berbagi pengalaman dan praktik baik yang selama ini telah dikembangkan dalam penyelenggaraan pendidikan dengan kurikulum berstandar internasional.

Bagi Yayasan Al Abidin, kerja sama ini tidak hanya berkaitan dengan implementasi sebuah kurikulum. Kolaborasi tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen untuk menyebarkan manfaat dan berbagi pengalaman pengelolaan pendidikan secara lebih luas. Pengetahuan, pengalaman, serta praktik baik yang telah berkembang di lingkungan Al Abidin diharapkan dapat memberikan manfaat bagi lembaga pendidikan lain yang memiliki semangat yang sama dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Semangat berbagi manfaat tersebut pada akhirnya juga diharapkan kembali kepada keluarga besar Al Abidin. Setiap kolaborasi dan pertukaran pengalaman dengan lembaga pendidikan lain menjadi ruang bagi Al Abidin untuk terus belajar dan berkembang. Bagi peserta didik dan orang tua, hal ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan ekosistem pendidikan yang terus bertumbuh, terbuka terhadap inovasi, dan memiliki jejaring yang semakin luas.

Untuk SD Islam Plus Muhajirin Semarang, yang berlokasi di Kelurahan Gebangsari, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, Jawa Tengah, kerja sama ini menjadi bagian dari langkah pengembangan layanan pendidikan. Kepala SD Islam Plus Muhajirin Semarang, Ewati Munawaroh Aji, S.Ag., S.Pd., M.Pd., turut menjadi bagian dari upaya penguatan pendidikan melalui kolaborasi tersebut.

Kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada penerapan Kurikulum Cambridge di dalam kelas, tetapi juga membuka ruang untuk berbagi pengalaman dalam pengembangan kompetensi pendidik, penguatan proses pembelajaran, pengelolaan program pendidikan, serta pengembangan potensi peserta didik.

Dengan adanya kerja sama ini, kedua lembaga diharapkan dapat saling belajar dan berbagi praktik baik sehingga implementasi Kurikulum Cambridge dapat berjalan secara bertahap dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Kurikulum tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih luas sekaligus membekali siswa dengan kompetensi yang relevan dengan perkembangan zaman dan tantangan global.

Sementara bagi Yayasan Muhajirin Genuk Indah, momentum Milad ke-38 menjadi kesempatan untuk terus bergerak dan melakukan pengembangan. Kolaborasi dengan Yayasan Al Abidin diharapkan menjadi salah satu langkah strategis dalam menghadirkan layanan pendidikan yang semakin baik dan berwawasan global.

Pada akhirnya, kerja sama ini bukan hanya tentang penerapan Kurikulum Cambridge. Lebih dari itu, ada semangat untuk saling menguatkan, berbagi pengalaman, dan memperluas manfaat pendidikan. Dari satu lembaga ke lembaga lainnya, praktik baik diharapkan terus bergerak dan memberi dampak yang lebih luas bagi peserta didik, pendidik, dan masyarakat.(NA)

Leave a Reply