Timuraya.in, SOLO – Jasad bayi yang baru diperkirakan baru lahir ditemukan terapung di Kali Anyar, kawasan Kampung Sabrang Lor, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Solo, Rabu (29/4/2026). Mendapat laporan temuan yang menghebohkan warga tersebut, polisi melakukan penyelidikan untuk melacak siapa orang tua si bayi.
Kapolsek Jebres, Kompol Murtiyoko, membenarkan adanya laporan temuan jasad bayi tersebut. Jasad bayi tersebut kali pertama ditemukan oleh warga sekitar pukul 15.00 WIB, tepatnya di wilayah RT 001/RW 008, Sabrang Lor. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian, bayi laki-laki itu diduga baru saja dilahirkan sebelum dibuang ke sungai.
“Benar, kami menerima laporan adanya penemuan bayi di aliran Kali Anyar, wilayah Mojosongo. Bayi tersebut berjenis kelamin laki-laki, diperkirakan baru berumur sekitar satu hari. Hal ini diperkuat dengan fakta bahwa saat ditemukan, pada tubuh bayi masih terdapat tali pusar yang menempel,” kata Kompol Murtiyoko saat diwawancarai awak media, Rabu sore.
Adapun kronologi penemuan bermula saat seorang warga setempat, MK, hendak memancing di tepian Kali Anyar. Saat mencari posisi memancing yang pas, pandangannya tertuju pada benda mencurigakan yang tersangkut di aliran air yang dangkal.
Awalnya, MK mengira benda tersebut hanyalah boneka atau sampah yang terbawa arus. Namun, karena merasa curiga dengan bentuknya yang menyerupai tubuh manusia, ia lantas memanggil warga lain, WH, untuk memastikan temuan tersebut.
“Kedua saksi kemudian mendekat untuk mengecek secara saksama. Setelah dipastikan bahwa benda itu adalah jasad bayi, mereka langsung melapor ke ketua RT setempat dan diteruskan ke Mapolsek Jebres,” tambahnya.
Tak berselang lama, lanjut Kapolsek Jebres, setelah menerima laporan, tim Inafis Polresta Solo bersama petugas Polsek Jebres tiba di lokasi kejadian. Polisi langsung memasang garis polisi (police line) untuk mensterilkan area dari kerumunan warga guna mempermudah proses olah tempat kejadian perkara (TKP).
Jasad bayi tersebut kemudian dievakuasi oleh petugas dan relawan dari aliran sungai. Tubuh bayi yang sudah mulai pucat itu langsung dibawa ke rumah sakit untuk diidentifikasi lebih lanjut serta autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematiannya.
Kepolisian, kata Kompol Murtiyoko, masih melakukan penyelidikan mendalam. Polisi tengah menyisir area sekitar dan mencari keterangan dari berbagai saksi untuk melacak siapa orang tua atau pihak yang tega membuang bayi tersebut.
“Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk mengumpulkan keterangan saksi-saksi serta melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk proses identifikasi pelaku,” tandasnya.

Leave a Reply