Makam Kuno Berusia Ratusan Tahun di Sembung Tulungagung Dibongkar

Makam Kuno Berusia Ratusan Tahun di Sembung Tulungagung Dibongkar
Warga membongkar makam kuno yang diduga berasal dari abad ke-16 hingga ke-17 di Kelurahan Sembung, Tulungagung, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026). Pembongkaran dilakukan untuk memindahkan jasad yang diyakini berada di dalam makam setelah melalui musyawarah dengan warga dan pihak terkait, sementara Tim Ahli Cagar Budaya menilai bentuk nisan menunjukkan karakteristik masa peralihan Hindu-Buddha menuju awal penyebaran Islam di Jawa. ANTARA/HO - Dokumentasi pribadi

Timuraya.in, TULUNGAGUNG — Makam kuno yang diduga berasal dari periode peralihan Hindu-Budha pada awal penyebaran Islam sekitar abad ke-16 yang berlokasi di Kelurahan Sembung, Kecamatan Tulungagung, Kabupaten Tulungagung, dibongkar warga.

Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Tulungagung, Hariyadi, mengatakan pihaknya sudah melakukan penerlitian pribadi terkait makam kuno tersebut.

“Makam kuno ini memiliki nisan bergaya Tembayat atau Baya,” katanya, Kamis (27/8/2026).

Dia menilai dari karakteristik batu nisan itu, umumnya ditemukan pada kompleks pemakaman dari periode Hindu-Buddha menuju masa awal penyebaran Islam.

Haryadi menduga makam itu berasal dari abad ke-16 sampai abad ke-17 masehi.

“Bentuk nisan menyerupai kelir atau gunungan, dengan ciri khas bagian atas melebar dan memimpih membentuk siluet. Itu menyerupai gunungan dalam pewayangan atau bentuk kurawal makara kuno,” kata Haryadi seperti dilansir Antara.

Selain itu, batu nisan pada makam tersebut dipahat langsung dari batu andesit dengan tekstur guratan kasar bekas pahatan manual.

Bagian bawah nisan diduga bertumpu pada umpak batu persegi berundak yang meniru gaya arsitektur lapik arca atau bangunan suci masa pra-Islam.

“Nisan dengan langgam seperti ini merekam jejak akulturasi budaya yang kuat antara seni ukir masa klasik Majapahit/ Demak berpadu dengan makam kasepuhan Islam,” tutupnya.

Pemilik tanah lokasi makam kuno, Imam Mustajib menceritakan, makam itu pertama kali ditemukan sekitar tahun 1995. Saat itu, terdapat pohon trembesi di pekarangan rumahnya yang ditebang dan di bawahnya terdapat makam kuno tersebut.

“Sampai sekarang tidak ada warga yang tahu tentang makam kuno ini. Warga juga tidak mengetahui siapa yang di makamkan disini,” kata Imam Mustajib.

Proses pembongkaran makam kuno ini dilakukan setelah adanya proses musyawarah lintas sektor.

Rencananya, jasad di dalam makam tersebut akan dipindahkan ke kompleks pemakaman di Kelurahan Botoran.

Saat ini, proses penggalian sudah mencapai 3 meter, namun warga yang belum menemukan jasad di makam itu.

Mengingat makam yang diperkirakan berusia ratusan tahun itu, kemungkinan jasad di dalamnya sudah hilang.

“Ada tiga kemungkinan, jasad ditemukan secara utuh, jasad tinggal tulang belulang atau jasad sudah hilang atau muksa,” pungkasnya.

Leave a Reply