Timuraya.in, SOLO — Rumah Sakit Jogja International Hospital (JIH) Solo merayakan hari jadinya yang ke-7 melalui rangkaian kegiatan bertajuk Time to Thrive in Excellence di Convention Hall Tirtonadi Solo, Minggu (21/6/2026).
Perayaan tersebut berlangsung meriah dengan dihadiri jajaran manajemen, tenaga kesehatan, karyawan, serta mitra rumah sakit yang selama ini turut mendukung perjalanan dan perkembangan RS JIH Solo.
Milad ke-7 menjadi momentum refleksi perjalanan RS JIH Solo dalam memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat sekaligus memperkuat komitmen untuk terus berkembang di tengah tantangan dunia kesehatan yang semakin dinamis. Tema Time to Thrive in Excellence dipilih sebagai simbol semangat untuk terus bertumbuh dan mencapai keunggulan di berbagai aspek pelayanan.
Acara ini juga makin semarak dengan tampilnya band Aftershine, yang sukses menghibur penonton yang datang sore itu. Suasana perayaan milad berlangsung penuh keakraban dan semangat kekeluargaan. Berbagai rangkaian acara digelar sebagai bentuk apresiasi kepada seluruh karyawan dan mitra yang telah menjadi bagian dari perjalanan RS JIH Solo selama tujuh tahun terakhir.
Dalam sambutannya, Direktur RS JIH Solo, dr. Didit Novianto, Sp.PD, FINASIM, mengatakan usia tujuh tahun merupakan fase penting bagi rumah sakit untuk melakukan evaluasi sekaligus menyusun langkah strategis menghadapi masa depan. Menurutnya, berbagai pencapaian yang telah diraih selama ini tidak terlepas dari kerja keras seluruh karyawan dan dukungan berbagai pihak.
“Usia tujuh tahun bukan perjalanan yang singkat. Banyak tantangan yang sudah kita lewati bersama, tetapi saya percaya masih banyak peluang yang bisa kita raih ke depan. Karena itu, momentum milad ini harus menjadi pengingat bahwa kita terus bertumbuh dan berkembang bersama,” ujar Didit.
Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh insan RS JIH Solo untuk menjaga semangat kebersamaan dan optimisme dalam menghadapi berbagai perubahan di sektor kesehatan. Menurutnya, keberhasilan rumah sakit tidak hanya ditentukan oleh fasilitas dan teknologi, tetapi juga oleh kekuatan sumber daya manusia yang mampu bekerja dalam satu visi yang sama.
“Kami di manajemen akan terus berjalan bersama. Kita akan menelusuri masa depan dan bertumbuh bersama untuk kemajuan kita semua. Tidak ada yang berjalan sendiri, karena keberhasilan rumah sakit ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh keluarga besar RS JIH Solo,” katanya.
Didit menegaskan bahwa capaian yang telah diraih rumah sakit selama tujuh tahun terakhir merupakan buah dari komitmen, dedikasi, dan kerja sama yang terbangun di antara seluruh elemen organisasi. Oleh sebab itu, ia berharap semangat tersebut terus dipelihara untuk menghadapi tantangan yang semakin kompleks.
“Kalau teman-teman selalu ada dan terus bersama di sini, saya yakin kita bisa melangkah lebih jauh. Semangat itu yang harus terus kita jaga. Saya percaya ketika kita saling mendukung dan saling menguatkan, tidak ada tantangan yang tidak bisa kita hadapi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Didit menekankan pentingnya komunikasi sebagai fondasi utama dalam membangun organisasi yang sehat dan berkelanjutan. Ia menyebut komunikasi yang baik menjadi kunci untuk menciptakan kolaborasi yang efektif di seluruh lini pelayanan rumah sakit.
“Bukan sesuatu yang bisa dicapai tanpa komunikasi. Karena itu komunikasi harus terus dijaga dan diperkuat dalam setiap langkah kita. Dengan komunikasi yang baik, kita bisa menyatukan tujuan, menyelesaikan masalah bersama, dan terus meningkatkan kualitas pelayanan,” tuturnya.
Menurut Didit, sinergi yang terjalin antarkaryawan, tenaga medis, manajemen, dan para mitra merupakan modal utama untuk membawa RS JIH Solo menuju fase pertumbuhan berikutnya. Ia menilai keberhasilan sebuah institusi tidak pernah lahir dari kerja individu semata, melainkan dari kemampuan seluruh unsur untuk bergerak bersama.
“Kita harus terus membangun kolaborasi yang kuat. Rumah sakit ini tumbuh karena banyak pihak yang terlibat dan berkontribusi. Karena itu, budaya saling mendukung dan saling menghargai harus terus menjadi bagian dari identitas kita,” katanya.
Di hadapan para tamu yang datang, Didit juga menyampaikan rasa syukur atas berbagai pencapaian yang telah diraih rumah sakit hingga saat ini. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa pencapaian tersebut bukanlah akhir perjalanan, melainkan pijakan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Kita patut bersyukur atas apa yang telah dicapai selama ini. Tetapi rasa syukur itu harus diwujudkan dalam bentuk semangat untuk terus belajar, terus berinovasi, dan terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ungkapnya.
Mengakhiri sambutannya, Didit menyampaikan apresiasi kepada seluruh keluarga besar RS JIH Solo yang telah berkontribusi membangun dan mengembangkan rumah sakit hingga memasuki usia ketujuh. Ia berharap semangat yang terbangun dalam perayaan milad kali ini dapat menjadi energi baru untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin unggul dan berdaya saing.
“Terima kasih kepada seluruh keluarga besar RS JIH Solo atas dedikasi dan pengabdiannya selama ini. Mari kita terus melangkah bersama, menjaga semangat kebersamaan, memperkuat kolaborasi, dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Semoga RS JIH Solo terus tumbuh, berkembang, dan menjadi rumah sakit yang semakin bermanfaat bagi umat,” tutupnya.

Leave a Reply