Darurat Sampah, KNPI Solo Gelar Seminar dan Bikin Kajian untuk Bantu Pemkot

Darurat Sampah, KNPI Solo Gelar Seminar dan Bikin Kajian untuk Bantu Pemkot
Darurat Sampah, KNPI Solo Gelar Seminar dan Bikin Kajian untuk Bantu Pemkot

Timuraya.in, SOLO – Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Solo mengadakan seminar dan membuat kajian mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Putri Cempo. Upaya itu dilakukan untuk membantu Pemkot Solo dalam menghadapi isu darurat sampah.

Acara bertajuk Seminar Lingkungan Hidup Kota Surakarta dengan tema Mengurai Darurat Sampah kota Surakarta, Aksi Pemuda untuk Masa Depan Kota Surakarta itu diselenggarakan di Pendapa Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, Sabtu (20/6/2026) pagi.

Seminar itu menghadirkan narasumber, yakni Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Solo Urip Jatmiko, Ketua Komisi III DPRD Kota Solo Taufiqurrahman, Direktur Bank Sampah Induk Kerja Nyata Solo Denok Marty Astuti. Acara itu turut dihadiri Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani.

Ketua KNPI Kota Solo Muhammad Bilal menjelaskan KNPI mengadakan seminar dengan mengangkat tema upaya mengurai sampah karena sampah menjadi isu nasional yang menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto dan Wali Kota Solo Respati Ardi.

Menurut dia, proses kumpul, angkut, buang sampah ke TPA Putri Cempo dilakukan sejak 1987. Dan tidak ada upaya metode pemindahan, penataan, atau perataan gundukan sampah sampai saat ini.

“Isu lingkungan dan sampah mencuat lagi, kami pemuda pengin memberikan pemahaman yang mendalam kepada Pemkot Solo dalam bentuk rekomendasi dengan membuat kajian dan seminar,” ujar dia kepada Espos.

Dia mengatakan rekomendasi yang disampaikan berupa pemilahan sampah dari sumbernya dari sudut pandang pemuda Kota Solo. KNPI Kota Solo melibatkan karang taruna maupun organisasi kepemudaan lainnya dalam membuat kajian.

“Kajian kami sandingkan dengan program dinas, anggaran dari legislatif, dan masukan dari teman-teman yang berada di wilayah,” ujar dia.

Bilal menjelaskan Pemkot Solo sedang membuat regulasi mengenai pilah sampah dari hulu. Namun sudah ada gerakan masyarakat untuk memilah dan mengolah sampah. Bahkan anak muda menjadi penggerak upaya menekan volume sampah di tingkat RW.

“Kami menyambut positif metode-metode yang diinisiasi masyarakat. Nah, inovasi apa yang paling tepat, bisa sangat berdampak, kami mendorong Pemkot Solo untuk mensyiarkan atau menyebarkan metode itu ke wilayah lain. Penanggulangan sampah harus dimulai dari hulu,” papar dia.

Dia mengatakan pemuda memiliki peran penting dalam memberikan solusi darurat sampah. Budaya baru berupa mengurangi produksi sampah bisa dikampanyekan oleh para anak muda Kota Bengawan.

Sementara itu, Astrid Widayani mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya pemuda, untuk terlibat aktif dalam upaya pengurangan dan pengelolaan sampah melalui pendekatan yang berkelanjutan.

Menurut Astrid, terdapat tiga hal penting yang perlu menjadi perhatian bersama, yaitu budaya, inovatif, dan ekosistem. Budaya berarti membangun kebiasaan masyarakat yang peduli terhadap pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.

Sedangkan inovatif diwujudkan melalui lahirnya berbagai gagasan dan solusi kreatif dari generasi muda dalam mengatasi persoalan sampah. Sementara ekosistem menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, komunitas, dunia usaha, hingga masyarakat untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

“Persoalan sampah tidak bisa diselesaikan sendiri-sendiri. Dibutuhkan perubahan budaya, semangat inovasi, dan ekosistem kolaborasi yang kuat. Pemuda memiliki peran strategis sebagai agen perubahan untuk mewujudkan Surakarta yang lebih bersih dan berkelanjutan,” ujar Astrid.

Leave a Reply